Angka Kemiskinan Menurun Di Kota Payakumbuh 3 Tahun Terakhir
Hal ini juga ditopang oleh solidnya aktivitas ekonomi domestik dan berbagai program bantuan sosial pemerintah, khususnya dalam merespons kenaikan inflasi pangan pada awal 2024 lalu.
Bisa dilihat dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Payakumbuh, Kota Payakumbuh Dalam Angka 2025 yang diupload 28 Februari 2025. Pada tahun 2021, garis kemiskinan sebesar Rp. 573.234. Dengan jumlah penduduk miskin 8,08 ribu orang atau 5,66 persen.
Pada tahun 2022 garis kemiskinan berada di angka Rp. 543.335 dengan jumlah 8,66 ribu jiwa (6,16 persen).
Pada tahun 2023 garis kemiskinan berada di angka Rp. 616.357 dengan jumlah 7,88 ribu jiwa (5,44 persen).
Kabar baiknya, di tahun 2024 kemarin, garis kemiskinan terus menurun dan berada di angka Rp. 648.230 dengan jumlah 7,62 ribu jiwa (5,19).
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hurisna Jamhur kepada media, Sabtu (5/4) menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dan berharap Pemerintah Kota Payakumbuh dapat terus menekan angka kemiskinan dengan berbagai program yang jitu.
Apalagi, katanya, tantangan bagi daerah saat ini dengan adanya inpres tentang efisiensi anggaran tentu perlu diperhatikan bagaimana anggaran yang ada dapat betul-betul terserap untuk kesejahteraan masyarakat. Dialokasikan oleh Wako dan jajaran sebaik mungkin, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik saja.
"Meskipun kita berhadapan dengan tantangan efisiensi anggaran, kami di DPRD tentu menginginkan agar penggunaannya tetap untuk kesejahteraan masyarakat, agar kita bisa mengentaskan kemiskinan, stunting, dan pengangguran di kota tercinta," ucapnya. (FS)